Skip to main content

Posts

Featured

Kereta Arjapala - Bagian 1

Kereta Terakhir ke Arjapala Hujan turun tipis saat kereta terakhir menuju Kota Arjapala meluncur pelan meninggalkan stasiun Solo Balapan. Di dalam gerbong eksekutif yang hampir kosong itu, hanya ada enam penumpang. Nadira, seorang penulis lepas yang sedang mencari ketenangan, duduk di kursi nomor 7A. Ia baru saja menerima undangan misterius untuk menghadiri pembacaan wasiat keluarga Wijaksana di sebuah vila tua di perbukitan Arjapala. Undangan itu singkat. “Datanglah. Anda dibutuhkan sebagai saksi netral. Semua akan dijelaskan di vila.” Tanpa tanda tangan. Tanpa nomor kontak. Ia hampir tidak datang. Tapi rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya. Di seberangnya duduk seorang pria tua berkacamata tipis, membaca koran dengan serius. Di sudut lain ada pasangan suami istri yang terus berbisik pelan. Seorang pria muda berjaket hitam berdiri dekat pintu, sesekali menatap ke luar jendela. Dan terakhir, seorang wanita paruh baya dengan mantel abu-abu yang tampak gelisah. Kereta ber...

Latest Posts